Aku tersenyum kecut.“Jangan-jangan ini hukuman buatku ya maa, Aku dihukum tidak punya anak sendiri. Xnxx jepang Gimana siih”, katanya manja dan sambil memelukku erat-erat. Aku sudah bersiap untuk menemui Bu Tadi. Aku kadang-kadang jadi agak jengkel dan frustasi (karena kangen) dan aku mengira juga Bu Tadi sudah bosan denganku.Tetapi ternyata memang kesempatan itu benar-benar tidak ada, sehingga tidak aman untuk bertemu. Tentu saja kami tidak puas hanya berciuman dan berpelukan saja. Setiap malam ada satu grup terdiri dari tiga orang. Demikian juga aku selalu membisikkan dan menyebutnya Mama kepadanya. Nekad kupegang tangannya dengan tangan kiriku, sementara tangan kananku memegang setir.Di luar dugaanku, Bu Tadi balas meremas tanganku. Karena sudah terbukti Bu Tadi hamil, dan anakku yang cantik itu sekarang menjadi anak kesayangan keluarga Pak Tadi.




















