Saat itu entah bercanda atau tidak Andi menjawab, “Gua lebih baik kehilangan seorang temen daripada kehilangan Vivi…”Part 2: Kala cinta mulai bersemiMalamnya sekitar jam 9, saya langsung menelepon Vivi. Saya beberapa kali mengajak dia keluar tetapi selalu ditolak dengan halus. Bokep Tanggapannya cukup baik, kita ngobrol sekitar 15 menit. Selesai memesan makanan, saya mencari meja yang bersebelahan dengan cewek tersebut. “Mana… mana…?” tanya Al. Kemudian Vivi meninggalkan restaurant tersebut, membawa bersamanya semangat dan jiwa saya. Saya mengulurkan tangan saya, “Saya Agus…” jawab saya memperkenalkan diri. Saya melihat ke arah suara tersebut yang ternyata berasal dari dua orang cewek temannya si Vivi. Dia tersenyum.. “Nama yang bagus, lagi menunggu siapa Vi?” tanya saya. Saya singgah sebentar di Bakmi Gajah Mada dan membeli dua bungkus bakmi. Waktu saya tiba di kost mereka, ternyata Vivi sedang tidur dan saya menitipkan bakmi tersebut ke kakaknya. Akhirnya semangat saya sedikit mengendor tetapi tetap rajin menanyakan kondisi dia.Suatu hari kakaknya yang mengangkat telepon




















