“Sudahlah, memang belum rejeki kita dijajanin sama si Gamha,” sekarang bule bermata biru nyeletus. Video bokep “Aaahhh… Jacky… aaahhh… enak Jacky… teruskan… aaahhh… terussss Jacky!” jerit Emily. “Jacky, kamu berasal dari mana?” lanjutnya. Kesel sih boleh, tapi jangan bilang Jepang sialan dong. Tanpa menjawab Khira dan Emily menghampiriku, sedangkan Eve masih berdiri tertegun memandang barangku sambil tangan kanannya menutup mulutnya sedangkan tangan kirinya mendekap selangkangannya. Dengan setengah bingung karena tidak mengerti persoalannya, kupersilakan mereka untuk masuk. “Jacky… ooohh… Jacky… terusss… ooohhh…” nikmat Eve terdengar. “Ah, paling-paling mau lihat gambar gituan,” lanjut Emily lagi. Hanya untuk mendengar jawabanku atas cintanya. Kemudian kubuka pintu dan bertanya (maaf langsung aku terjemahkan saja ke bahasa Indonesia semua percakapan kami),
“Bisa saya bantu?” kataku kepada mereka. Tapi Khira masih saja melakukannya. Sekembalinya saya ke ruang tamu dimana mereka duduk, ternyata si Khira dan Eve sudah berada di ruang komputer saya, yang memang bersebelahan dengan ruang tamu dan tidak dibatasi apa-apa.




















