Biasanya aku suka mampir di “Playan” yang kebetulan dekat dengan kantorku dan bersama beberapa rekan kantor “hangout” di Kafe Wien sampai keadaan jalan mulai lenggang baru pulang. Bokep Barat My God! thanks buat ajakannya,” jawabku. Dan apa yang kulihat benar-benar membuat kedua lututku gemetar. Tentunya aku tidak bercermin di deretan wastafel tempat Diana dan Nina tadi karena ada semacam perasaan “emoh” tapi ingin menyentuh ataupun mendekati bekas tempat mereka “bermain” tadi. Aku cuma lebih tua setahun darinya. Di pintu masuk dua bilik pertama tergantung sign “RUSAK/DALAM PERBAIKAN” sehingga aku memasuki pintu ketiga. aku juga nggak tau tuh bisa kebablasan minum gitu,” aku menjawab dengan enteng sambil membaca berkas-berkas yang disodorkannya.Hubunganku dengan Hendra memang lebih mirip hubungan antar teman biasa. Gosip sih gosip, tapi kalau ternyata memang betul?




















