Aku tidak pernah bertanya. XNXX Kami bertiga sangat bahagia.Aku tidak ingat, bagaimana aku bisa sampai di panti asuhan itu. Diam-diam, aku kagum dengan penampilan Erik dan Tomi yang sangat menarik. “Sempurna” katanya dingin. “Ayo bangun, cepat mandi, pakai pakaian terbaik kalian, setelah itu kalian harus berkumpul di aula. Yayasan Bunda Erika, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. Sakit!! Aku memekik dan mulai menangis. Yayasan Bunda Erika, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. Aku tidak pernah bertanya. Permainan berakhir.Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Erik dari sebelah pintu yang sedikit terbuka. Aku pun berteriak lebih keras dari sebelumnya.“Ohh..Maria.”
Aku merasakan tangan Erik meremas pinggulku dengan kuat. Selama ini aku hanya mengenal ayah dan ibu saja. “Hhhmm.. Erik masih menindihku dan mulai menciumi punggungku. Aku pun hanya bisa tertawa, aku pun menetujuinya. “Ahh..!!” nafasku makin memburu.Tiba-tiba Erik berhenti dan melihatku sambil tersenyum misterius.




















