Aku merasa bergairah. Bokep Ojol saya tdk akan melupakan tuan.” Kening tuanku berkerut.Ia nampak marah. Menerobos. Buka…” Aku menaikkan kakiku, kedua telapak kaki persis di pinggir meja. Konon, budak tdk boleh banyak bersuara, bukan? Untuk Kak Edo. Bagaimana aku bisa mengatakannya? Memandang wajah yg tampan itu, berkhayal bahwa lelaki ini menjadi milikku. Memenuhi liangku. Bagaimana aku dapat memanggilnya sebagai kekasih, walaupun kini aku mencintainya dengan seluruh tubuh dan jiwaku?“Aku cinta padamu,” Kak Edo duduk di tepi ranjangnya. Tapi sekarang, kalau boleh saya ingin melayani Kakak…” Aku mengangkat wajah.Menatap wajah tampan itu, menjadi Arjunaku dalam hidup. Kak Edo seperti kesetanan, ia memegang pangkal pahaku dan membuat tubuhku terguncang keras setiap kali penisnya menghujam dalam-dalam. Atau bermaksud lain. Kamu tahu, di amerika, semua mudah berhubungan badan. Mata ke televisi tapi pikiran dan badan masih terasa melayg, belum mendarat setelah tadi terbang berkali- kali.“Sayang…”
“Ya tuan?”
“Lho, kok tuan?”
“Yaaa… kan saya pembantu…”
“Tapi aku cinta padamu!” Aku menunduk.Aku juga cinta pada tuanku… Tapi aku




















