Supaya kamu kabur?”
“Enggak Li, supaya aku bisa ngocok punyamu juga”
“Ah, alasan. “Tau nggak? Bokep Jilbab/Hijab Beraninya cuman kalo kayak gini aja, pengecut!” Dia mencoba menarik kedua tangannya yang diborgol, juga kedua kakinya, tapi tidak bisa. Ooii.. Aku terus memaju-mundurkan senjataku dengan frekuensi normal, sementara wajah Arya terlihat semakin memerah.“Ayo Li, lebih cepat lagi”Aku mengacuhkan kata-katanya. Aku udah dapat tubuhmu” kataku agak sinis karena yakin dia sudah telanjur keenakan.Dia memandangku dengan tatapan tajam. Udah, pake tu baju!”
“Nggak ah, aku pengen anu lagi, kamu aja bisa dua kali”Aku tertawa terbahak-bahak. “Eh, tenang aja, aku benar-benar sayang, walaupun karena ini aku jadi, GAY!”Dengan agak pahit dia mengucapkannya. Ternyata dia balas memelukku dengan sangat erat.“Aku nggak mau pura-pura lagi, ternyata aku butuh kamu, dalam segala hal, aku sayang kamu, Li”
“Kalau tau bahwa kau akan luluh setelah kupuaskan, pasti aku akan memperkosamu dari dulu, hehe..” Dia melotot padaku, aku agak ngeri sambil melepaskan pelukan.




















