“Mmhh.. Bokep Mama Arriieh.. Iramanya ku percapat. Sadar aku berada di tempat umum, walaupun kolam renang agak sepi, hanya ada tiga orang selain kami, membuatku agak sedikit melepaskan pelukan walau sayang untuk dilakukan.“Lin, mending kita sauna hotel yuk!”, ajakku menetralkan suasana. Aku asli Bandung, tapi memang baru kes* Aku kerja di Jakarta.Kamu Lin?”, ku balik bertanya. Aku langsung memalingkan muka dan beranjak dari alat yang kupakai.Aku segera berganti pakaian untuk berenang. Aaahh.. AAHH, .. Arriieh.. Satu hari cutiku, kumanfaatkan untuk menikmati Bandung sendirian, daripada dengan orang-orang rumah.Orang tuaku termasuk old fashion, yang penuh dengan aturan ketat, walaupun ku sadar hal itulah yang dapat membuatku hidup mandiri.Hari itu masih sore sekitar pukul 16. Sedikit melirik ke arahku lalu akhirnya mencari barisan yang masih kosong dan mengikuti gerakan instruktur.Dadaku berdegup kencang pada saat dia melirik walaupun hanya sedetik.Gerakan demi gerakan instruktur diikutinya, mulai dari gerakan pemanasan hingga gerakan cepat melompat-lompat sehingga bongkahan payudaranya bergerak turun naik.




















