Pahit dan menyenangkan. Bokep Ojol Namun sebuah tepukan di pundakku membuka mataku. Merasakan kehangatan air matanya yang membasahi dadaku. Akulah Ray.Kuusapkan keringat di wajahku ke kulit dada gadis di bawahku, sebelum aku bangkit berdiri dan memunguti pakaianku, mengenakannya, dan meninggalkan ruangan gelap itu, sesaat setelah Chie merangkulku dari belakang. Perkenalan kami sangat singkat, namun dari tatapan mata masing-masing aku dan dia langsung menyelami arti sebuah keakraban. Waktu itu… aku yang memintanya.”
“Ah?”Surabaya, Keesokan Harinya“Ray, si pemburu. Matanya menatapku saat aku keluar dari kamar. Erangan dan desahan nafas kami terdengar memenuhi ruangan. Di dalam saja!” Mama Chie memanggilku masuk. “Nih, rokok.”
Chie menyambar bungkus Marlboro di tanganku dan membuangnya ke sudut ruangan. Waktu itu… aku yang memintanya.”
“Ah?”Surabaya, Keesokan Harinya“Ray, si pemburu. “Ray, aku menyayangimu.”
Ah, Chie. Aku tertawa kecil.




















