Tidak lama kemudian muncul wajah lain, kali ini usianya kelihatan lebih tua, Kutaksir berumur sekitar 40 tahun. Bokep SMA Kami tidur seperti jajaran ikan pindang. “
Lho kata mbak Ambar tadi, “Ini” ongkosnya tigaratus, kalau 4 kali berarti satu koma dua toh,” kataku. Tempat rendezvous itu ternyata adalah milik Mbak Ambar yang tadi menyambutku. Aku yang baru saja merasakan kenikmatan, telentang pasrah. “Bener ya Oom,” kata yang paling tinggi. Mereka seperti bergantian. “Lho kalau dikasi sigitu, saya ya matur nuwun, tapi kalau dikasih lebih masak iya saya nolak mas,” kata Rina. “ Disini apa yang enak,” tanyaku mulai melepaskan kalimat pembuka, kalimat itu kata Pak Catur adalah juga semacam password. Jadi tamunya baru aku sendiri. Si memek gundul pasrah. Ketika itu meja-meja kosong. “Mas pesen ini dulu, yang lainnya nanti bisa diteruskan,” kata si perempuan mbak-mbak yang kutaksir berumur 35 tahun. “
Lho kata mbak Ambar tadi, “Ini” ongkosnya tigaratus, kalau 4 kali berarti satu koma dua toh,” kataku.




















