Sepertinya sedari tadi aku hanya berputar-putar!“Tolong… biarkan saya pergi!!” ucapku memohon.“Maaf Mita sayang… saya gak bisa membiarkan kamu pergi dari sini… Sekarang kamunya tenang dulu… ” tiba-tiba pak Jun membekap mulutku dengan kain. Film Porno Air mataku mengalir. “Sayangnya itu bukan pilihan, kamu tetap akan berakhir jadi makanan… hahaha… tapi kamu bisa memilih untuk pasrah rela dibunuh atau dengan paksaan… hahaha” ucapnya sambil melepaskan lakban di mulutku.Dia kemudian ingin beranjak pergi.“Kenapa??” tanyaku lirih.“Hmm??”“Kenapa aku?” tanyaku lagi. Hehehe” ucap pak Jun.“Iya…” jawabku tersenyum. Keren kan? Orgasme terus gara-gara membayangkan sedang dibunuh beneran!! Temannya yang satunya memasukkan selang itu dengan paksa ke lubang anusku. Jika beneran harus dibunuh sekarang aku bahkan rela, karena pasti aku bakal orgasme dengan kenikmatan tak terhingga saat nyawaku diambil.Tengah malam itu aku kemudian keluar kamar, aku mencari pak Jun. Oh Tuhan… Apa yang sedang ku lihat ini!?




















