“Nggak usah takut, Von.” katanya sambil melangkah cepat, “Kita aman di daerah sini.”
Saya berusaha untuk tetap tenang, meski di kiri kanan saya melihat pria-pria bertubuh besar sedang mabuk atau teler karena narkoba. “Kamu manis sekali, Von.” bisiknya lagi, sambil melepaskan kacamata saya yang minus tujuh. Vidio Porno “Ngeliatin apa, Von?” tanyanya membuat saya tersipu. Tiap gesekannya terasa nyetrum ke seluruh badan ini. Semua berlangsung begitu saja, sampai akhirnya di kantor kecil itu hanya ada saya, beberapa penjaga malam, dan si pemilik kantor, sebut saja namanya Pak Smith. Saya menengok ke arahnya dan kaget setengah mati. Celana dalam yang dipakainya pun hitam transparan menunjukkan rambut-rambut halus di selangkangannya. Dan saat itulah saya merasakan hal terindah dalam hidup saya. Namun kali ini rasanya benar-benar lain.




















