Baru satu orang yang beli.”
“Ya sudah. Vidio Bokep Aku yakin sekali, orang tuanya sudah berhasil mendidiknya dengan ajaran agama. Di dekat tiang lampu merah, sekitar beberapa meter dari tempatku berdiri, ada seorang anak laki-laki berambut kusut berpakaian kusut menenteng kantong-kantong plastik hitam yang juga kusut. Aku langsung ingin mengutuk diri. Aku tidak tahu tapi aku teramat jengkel dengan diriku sendiri. Jika hujan, tidak ada yang lebih indah selain melihat orang-orang berpayung, melompati genangan air hingga terciprat dan sesekali mengenai pakaian mereka, lalu tiba-tiba ada suara tawa di bawah payung-payung itu. “Sudah dapat banyak?”
“Belum. Sehabis menikmati dunia, anak-anak itu berpencar lagi, termasuk anak laki-laki yang kembali ke dekat tiang lampu merah. “Terima kasih banyak, Pak. Di tengah keremangan, aku menyaksikan anak laki-laki itu bersama dengan gerombolan anak yang tadi. Kita ke sana!” Salah satu anak berambut keriting mengajak anak laki-laki itu ke suatu tempat.




















