Yang saya lakukan hanya berusaha meredakan tangis dan menyekakan air matanya dengan sapu tanganku. Bokep Revy hanya terdiam dan tertunduk sembari memainkan ujung blazernya dengan kedua tangannya. Why does it feel so hard everytime I say goodbye, seems like I won’t never see her again ….? Tinggalah saya meringis-ringis menahan sakit, soalnya nggak mungkin teriak, banyak tamu sih…Selanjutnya dapat ditebak, kami terlibat obrolan yang hangat dan akrab. Semakin ku mengenal kembali dirinya, seperti saat-saat dulu. Dan sudah jujurkah semua tuan-tuan bermobil mewah ini? Sebagai wanita di usiamu, kamu memang wajar menuntut itu. Ugh…sungguh suatu sensasi yang tak terkatakan.Kuturuni centi demi centi tubuh Revy dengan menyisakan bekas- bekas pagutan berwarna keunguan pada sekujur tubuhnya. And now what a perfect situation…. Indah sekali menyaksikan gemerlapnya Jakarta dari atas sini. But I love him anyway, sambungnya lagi.Tidak terasa semakin hari kita semakin dekat.




















