Lebih keras! Bokeb Dadanya terasa hangat dan empuk di dadaku. Aku tersenyum dan berpakaian. Yang perlu kan burungnya. Matanya terpejam menikmati semua ini dgn mulut sedikit terbuka dan terus mendesah. Tanganku menerkamnya dan dgn halus meremasnya. Kuhabiskan dua jam lagi untuk menggumuli tubuh montok itu, menyetubuhinya dan memuaskan nafsu birahinya. Ia tersenyum manis sekali.Walau baru kali ini bertemu, langsung saja ia merangkulku lembut. Hanya aku belum puas. Ia menggelepar dan meninju-ninju punggungku. Tubuhku pun melemas dan terjatuh menindihnya. Puas dgn Bu Sherlliana”, katanya. Pantat dan buah dada yang montok dan indah itu memang telah menjadi milikku. Yang perlu kan burungnya. Perlahan-lahan kuturunkan pantatku. Tak lama kemudian, mobil itu menderum meninggalkan rumah. Bu Sherlliana memang milik suaminya, tetapi tubuhnya itu milikku. Kurebahkan ia ke atas ranjang. Mau nemanin Ibu besok? Suaminya sudah nggak kuat. Melihat geliat tubuhnya dan desah nikmatnya, nafsuku pun semakin membara. Kuangkat ke depannya membuat toast. Aku merengkuh tubuhnya dan perlahan membimbingnya ke kamar tamu.




















