“Ray, Aku masih perawan.”
Ah! Bokep Indo Live Siapa coba?”
Kudengar tawa Jay beriring tawaku sendiri. Chie menerima Jay menjadi kekasihnya, dan itu membuatnya menipu perasaannya sendiri. Ada apa? Dan aku tak bisa menolak ketika Chie mulai menciumi leherku dan membuka retsleting celanaku, menelanjangiku, membiarkanku mendesah saat jemarinya menyentuh batang kemaluanku. Di dalam saja!” Mama Chie memanggilku masuk. Mungkin aku takkan sesedih Chie, mungkin juga. Jadi mereka mulai menyusun rencana. Chie lalu bercerita pada Jay mengenai acara pernikahannya dengan anak rekan bisnis ayahnya dari Australia untuk menyambung eksistensi bisnis peninggalan ayahnya. Mengembangkan otakku untuk memperawani mereka. Huh? Wajahnya melukiskan kebahagiaan dan ketenangan. “Ray, Aku masih perawan.”
Ah! Bukan emosi terhadap Jay, melainkan terhadap dirinya. “Chie akan menikah enam bulan lagi.”
Ah? “Ray, kamu tahu?”
“Apa?”
“Masalah Jay. Akhirnya kami bersepakat untuk mengabaikan Chie yang kemudian mengamuk dan memutuskan untuk mengikrarkan tali persahabatan antara kami bertiga.




















