Wanita itu menjatuhkan tubuhnya ke ranjang, tepat di sisiku. *** Esok harinya, bagaikan deja vu, kembali taksiku dihentikan olehnya, masih di tempat dan jam yang sama. Bokep Japan Di permukaannya yang halus dan licin, kutinggalkan banyak cupang kemerahan. ”Silahkan, mbak. Hotel Muria?” aku beranikan diri memanggilnya ’mbak’. Kujilat dan kusedoti kulit mulus yang bersih tanpa bulu itu. ”Saya ambilkan minum dulu ya.” kataku sambil beranjak dari tempat tidur. Suatu jawaban jujur dari lubuk hatiku yang paling dalam. Kalau dia memang belum siap, aku tidak akan memaksa. ”Ahh, bapak hebat banget, bisa ngantar saya cuma dengan tangan. ”Bapak mau menemani saya?” tanyanya lirih, campuran antara rasa marah dan takut. Dia membayar dengan memberikan uang tip empat ribu rupiah. “Dari mana tadi, bu?” tanyaku dengan suara keras sehingga dia tak ada alasan untuk tidak menjawab.




















