Ooooh……! Aku sudah hampir… oh… oh….Ooooh………….” Reza menjerit, namun jeritannya tertahan oleh mulutku, kucium bibirnya, takut kalau sampai ibunya terbangun di kamar“Mmmmmh… Ooooh…… Mmhhhh… Mmhhh!!!!!!”Mulut Reza mengangga, seperti kehabisan udara. Bokep Tobrut Sepasang tangannya bertumpu pada dadaku.“Mmmmh…” Reza menggigit bibirnya, berusaha mengejar kembali orgasmenyaPinggul Reza berputar, kadang mengayun ke depan dan kebelakang. Boleh ga?Lama tak di bales, ‘kutelfon saja lah’ pikirku. tunggu sebentar Kaaaak!.. Saat artis mulai silih berganti membawa lagu lagu mereka. Ooooh……! aku mengerang pelan, kemaluan Reza menyedot kejantananku ke dalam relung tubuhnya.Aku menikmati lumatan kemaluan Reza, Pinggulnya naik turun, maju mundur. Kaaaak!!!”Tubuh Reza menggelinjang tidak karuan, menjambak kencang rambutku, dengan nafas yang tersengal tersengal, dia mulai menenangkan diri.“Hmm?” Aku memajukan wajahku“Apa? Itupun dengan grogi setengah mati, untung saja AC di dalam theater cukup dingan sehingga Aku bisa beralasan jika ditanya macem macem oleh Reza. Tangannya menjambak rambutku Aku terus menjilat, kemaluan Reza sudah banjir dengan lendir.“Ooooh……! ssshhhhh…..” Bibir Reza yang eksotis mulai mendesis erotis,“Mmmmh…” desinya




















