Selera makanku mendadak punah. Bokep Twitter “Lho, kok bilang gitu…?” selaku. “Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku. “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal. Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Kuperhatikan ada inisial huruf M tertulis di sandal jepit itu. Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Sesampainya di rumah, kepalaku malah mumet tujuh keliling. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. Subhanallah … Alhamdulillah…********Bi…, siang nanti antar Ummi ngaji ya…?” pinta isteriku. Kuperhatikan ada inisial huruf M tertulis di sandal jepit itu. Kenapa baru sekarang aku bisa bersyukur memperoleh isteri zuhud (**) dan ‘iffah (***) sepertimu? Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Padahal Rasul telah berkata: “Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya.”Sedang aku? “Ah, betapa manisnya wajah istriku ketika sedang kegirangan… kenapa




















