Ukurannya aku tidak tahu, peduli amat. Vidio Porno Kuciumi di atas CD-nya, terus akhirnya semakin ke bawah. Setelah makan siang, aku iseng-iseng telepon ke tempat supplier, siapa tahu yang mengangkat cewek itu. Ingin dicium lagi kali, he he he. Ternyata responnya positif. Besoknya kutelepon lagi, yang mengangkat cewek (yang kemarin kali ya?). Waktu itu yang menerima cewek (wah suaranya oke punya!), tapi waktu itu aku tidak peduli mau cewek, mau cowok pokoknya yang ada dalam pikiranku barang itu harus ada secepatnya. Setelah bayar, kami langsung pergi. Ah… cuek saja. Karena aku tidak sabar, akhirnya kutelepon ke suppliernya. Kulakukan ini bergantian, susu yang kiri dan yang kanan. Setiabudi terus belok kiri, sampailah aku di cafe “The Peak”. Akhirnya aku melihat tinggal cewek sendirian lumayan cantik melihat mobil yang warnanya silver smoke. Sampai juga aku di depan rumahnya. Alasannya klasik, nggak ada perhatian lagi. Ternyata, dia membalas dengan dahsyat. Ah.. Kaget juga sih aku, ternyata Vera anak orang kaya.




















