Teman-teman pak Jun yang jadi gemas melihat aku bicara begitu malah mengelilingiku dan meraba-raba tubuhku lagi. Bokep Mom Begitu pintu dibuka aroma darah langsung tercium. Dia kembali menyuruhku makan. Suara kesakitan wanita itu terdengar mengerikan. Kami berdua bermandikan darah. Aku menggelengkan kepala, lalu kembali muntah-muntah. Kadang dia cerita sendiri tentang kehidupannya. Bagaimanapun rasanya emang menyakitkan, aku sampai menangis dan mengeluarkan air mata karena tadi begitu ketakutan dan kesakitan.“Kamu gak apa-apa Mita?” tanya seorang temannya. Aku sungguh penasaran di mana aku sebenarnya. Merekapun setuju. Sepertinya obsesi terbesar mereka tetaplah untuk menikmati tubuhku dengan cara dibunuh dan dijadikan makanan. Hatiku jadi sedih memikirkan berapa lama aku akan berada di sini. Aku gak mau mati! Aku selalu terangsang ketika memikirkannya. Aku tak sadarkan diri.Aku terbangun di ruangan itu lagi.




















