Dia terus memainkan batangnya dan kali ini dia ikut menggelepar, wajahnya menengadah. Bokep Thailand “Mo ngapain sampe siang, mangnya pub nya buka sampe siang”. Lama sekali.Tak kuat aku meneruskannya. Tanpa pikir panjang, batang yang masih berlumuran cairan meqiku sendiri kukulum dan kukocok. Tugasku sama seperti tugas karyawan yang laen, melayani permintaan tamu ketika makan, misalnya menyediakan sambal, menuangkan minuman tambahan sampe ada tamu yang minta cabe potongan yang dicampur kecap, ya kudu diladenin.Walaupun aku training di resto cina tapi yang dateng gak cuma orang cina saja, banyak tetamu yang bukan cina juga makan disana, memang sih makanannya dipisah antara yang halal dan haram dengan petunjuk yang jelas, sehingga gak mungkin tetamu salah mengambil makanan. Kuremas batangnya, lalu kuarahkan ke mulutku.




















