“kamu kemana aja ?”, suara kak Dewi masih terdengar datar seperti ditelepon. Sayang masing terlindung pakaian yang dikenakannya. XNXX Tidak terlalu besar memang, tapi lebih dari cukup untuk kami tinggali berdua. Satu hal yang tetap kami jaga, kami tidak benar-benar bercinta, sungguh akupun komit dengan janjiku, aku teramat menyayangi kak Dewi, aku tak ingin merusaknya, semua yang kuperoleh telah lebih cukup bagiku. Akhirnya aku keluar kamar, mengambil handuk, dan bergegas kekamar mandi.Didekat ruang makan aku berpapasan dengan kak Dewi yang membawa nasi goreng dari dapur. Ya wanita cantik ! Namun kemudian otak warasku hadir. Melahap makanan yang tersedia dimeja makan, emang gua laperrrr !Besoknya, suasana masih terasa amat hambar.Kak Dewi tak mengucap sepatah katapun. Tapi sudahlah.Tiba-tiba terdengar dering telp, bergegas aku bangun dan mengangkat gagang telpon.“Halloo..!”, terdengar suara perempuan diseberang sana.“Hallo…!”, kataku“Ini tedy yah ?, kak Dewi ada ?”, suara itu terdengar lembut.“ng..




















