komedi gelap Bocil Cece Dewi Pamerin Toket Bulat: satire, moral abu-abu, dan insiden absurd. Plus: penulisan licin. Bokep Family Minus: humor niche. Untuk selera khusus. Mulai.
Ia tidak bereaksi, tapi aku langsung saja menyingsingkan CD-nya ke bawah. Dua bukit yang cukup segar terbungkus rapi dalam BH yang pas dengan ukurannya. Setelah agak lama kemudian aku duduk, kuraih kaos dalamku kemudian aku mengelap selangkangnya yang penuh dengan air kenikmatanku. Sedangkan aku yang tidak ada persiapan untuk menginap akhirnya hanya menggunakan kaos dan celana dalam. Aku sempat khawatir kalau ia tidak berada di deretanku dan aku masih hanyut dalam berbagai terkaan tentangnya, aku tidak sempat bereaksi ketika ia mengangguk, tersenyum dan menawarkan produknya. Malam sekitar jam 20:00 HP istriku berdering, sesuai pembicaraan ia akan datang menemui kami. Kuteruskan permainanku dengan mengitari sekitar bukit-bukit segar itu. Setelah kenalan sebentar dan saling tukar nomor telepon, kulanjutkan perjalananku setelah mengisi bensin sampai penuh. “Sekarang gantian Rin, kamu yang maen aku yang ngambil photonya”, kata istriku.




















