Apa yang terjadi?” “Penyebabnya kamu! Aku bebalik dan keluar dari rumah. Bokep Mama Nafsu istriku b egitu besar dan lelaki itu memuaskannya, mereka bersetubuh seperti sepasang binatang di atas ranjang cinta kami. Sudah cukup apa yang kusaksikan, lebih dari apa yang ingin kulihat. “Oh ya, puaskan aku dengan penismu, isi mulutku lagi dengan spermamu. Aku pikir itu mungkin milik temannya. Tak dapat kupercaya pendengaranku akan kata-kata hina yang keluar dari mulut manis istriku. Kamu pecundang!” “Tolong jangan lakukan ini Erni, kamu tahu betapa aku mencintaimu.” “Persetan dengan kamu!” dia meneriakiku, lalu menelepon Budi. Saat hampir tiba di rumahku, kulihat ada sebuah mobil yang diparkir di depan. Aku pikir aku akan melihat mereka keluar dari dalam kamar sebentar lagi, tapi aku salah. Air mata meleleh membasahi wajahku mengingat segala peristiwa mengejutkan yang baru saja kusaksikan. “Puaskan aku sayang, berikan penismu padaku. Dia tak pernah menuntut padaku bahwa dia menginginkan lagi dan aku pasti akan memenuhinya.




















