Lalu aku terus menurunkan tubuhku dan akhirnya perlahan-lahan seluruh batang kontolnya amblas. “Kalau kau mau, datang sajalah, barang baru” ujar laki-laki yang ternyata bernama Arip sambil menyenggolkan bahunya di tanganku.Aku kontan saja malu bukan kepalang. Bokep Crot Rambutnya dipotong cepak memakai kaos putih dan jeans biru.“Elu Wan? Tiba-tiba aku dikejutkan oleh sebuah suara yang datang dari arah tangga.“Woi elu Rip,” kata seseorang yang muncul dari tangga.Aku menjadi panik dan aku melihat orang itu. Penjaga WC itu menatapku dan ia tersenyum, lalu ia membuat gerakan oral ke Arip yang kembali tertawa. Aku mulai mengusap-usap jembutnya yang lebat sambil tangan kananku tak berhenti mengocok batang kontolnya. Penampilannya biasa aja, seperti kebanyakan anak muda yang suka ada di terminal. Jadi aku berjalan cepat-cepat, melewati gedung yang tak terpakai dan lewat di bagian belakang gubuk-gubuk di pinggiran terminal. Meski terasa sangat penuh aku terus mencoba menurunkan mulutku dan berusaha mengulum habis batangnya, tapi tetap tak muat, malah aku merasa mau muntah karena




















