Lalu kupotret kembali. Vidio XNXX Ini mah lembek”, kataku. Tia menampik tanganku. Bugil dong.”, Tia tertawa bahagia. Itupun belum tahu hasilnya sebab filmnya belum di cuci cetak. Lama aku bersi kukuh dalam posisi itu. Lalu kami beristirahat di rumah itu sebentar. “Asal dipotret bugil berdua dengan kamu, baru bisa”, kataku ngeledek. Bahkan diganti baju yang terakhir, Tia juga mengganti bh dan celana dalamnya sebab keringat. Kawanku setuju dan dirinya hanya menolongku membuka toko dan menyalakan mesin cuci cetak. Aku berhenti dan terpana. “Ahh..”Tia kaget, tapi tidak bereaksi. “Bagaimana menurut kamu?” ia memandangku. Aku tidak peduli, dan semakin mengayun pantatku. Tapi dirinya suruh aku jalan bersama naik mobilnya. Dia minta pendapatku dua gambar bugil dirinya yang paling baik yang mana. “Di kamar sini saja. Lalu dirinya mencetak kedua gambar itu sekali lagi, dan diberbagi kepadaku. Kawanku bilang bahwa tokonya telah tutup, aku minta dispensasi sebab wajib dikumpulkan besok, dan supaya tidak merepotkan, biar aku kerjakan sendiri.




















