Gawat kalau ia tahu aku sedang serius mengamati detil kontolnya itu. Masing-masing kami dibelikan Mama mobil sebagai alat transportasi. Bokep Saat menatap ke arah sana aku kembali kaget. Mataku jadi suka mencuri pandang ke arah selangkangannya. Si Willy sih enggak ada perubahan. Sepertinya ia tak perduli kalao aku memergokinya telanjang bulat bersama Mamaku. Tapi males ah. Sebentar lagi pagi menjelang. Jangankan aku, cowok lain pasti juga penasaran. Di usianya yang sudah kepala lima dia masih tetap cantik dan sexy. Namun, yang namanya rezeki memang enggak kemana. Setelah itu ia kembali asyik menikmati genjotan Willy. Ck.. Meski begitu, aku dan adik-adikku tetap aja kompak membela Mama.Soalnya belain Papa juga enggak ada untungnya. Apa yang kami minta selalu bisa dipenuhinya. Aku langsung ke dapur, ingin ngambil minuman dari lemari es. Semua orang sudah tidur kayaknya.




















