Jangan-jangan ada orang lain yang melihat perbuatan kami. “Kenapa, Santi, ada apa ‘yang?”, saya bertanya sambil menarik kami dari liang kewanitaannya. Bokeb Kata-kataku yang terakhir ini ternyata membuat wajah Eksanti memerah. “Mestinya sih jam 5 nanti, tapi mungkin bisa lebih lama, soalnya Mas Yoga hari ini ada tugas kelompok bersama teman-teman trainingnya”, agak kesal. Ah, lihat besok sajalah.Pukul 3 siang, akhirnya aku harus kembali ke kantorku, memang Eksanti juga meminta aku segera pulang karena dia juga takut jika tiba-tiba Yoga memergoki kami sedang berdua di kamar. Eksanti menggeliat pelan sambil menyebutkan namaku. Eksanti melihat lalu mengangguk sebelum membuka matanya. Hanya saja, yang seolah-olah membatasi, hanya sebatas berbagi tangan,Suasana angin pantai yang dingin di luar sana, sangat kontras dengan keadaan di kamar tempat kami bergumul. Eksanti berjalan ke arahku menuju tempat tidur lalu duduk di sampingku.




















