Orang tuaku menyatakan bahwa mereka telah kehabisan dana untuk biaya pengobatan anakku.Sementara, aku sendiri sudah kehabisan uang karena kini sudah tanggal tua. Kini aku harus siap untuk dinikmatin kapan saja oleh Pak Tommy. Bokep Mama Aku hanya menunduk dengan muka yang malu bercampur cemas.“Mhhhhh, begini Vania Angel…., saya cuma mau informasikan ke kamu, kalau hutang kamu ke kantor sudah jatuh tempo. Nampak Pak Tommy menelpon dengan HPnya, menyuruh pak Muklis masuk sambil membawa ember air hangat dan lap basah. Dengan lap basah, ia ia mulai membasuh tubuhku dari ujung kepala hingga ujung kaki. Paling hanya menunda waktu. Bahkan satu tangan Pak Tommy menarik ujung rambutku ke belakang, hingga kepalaku terdongak keatas.“Mhhh ohhh… akhhhhh….” jeritku kesakitan.Pak Tommy nampaknya telah hampir klimaks. Kekalutan yang kualami akibat perceraian itu membuatku mengalami depresi selama beberapa bulan, hingga akhirnya aku menyadari bahwa aku harus bangkit.




















