Tak lama, aku pun tertidur lelap.Hari ini adalah ulang tahunku yang ke-14. Rasa takut dan kesepian menyerang hati dan pikiranku. Bokep Live kamu semakin cantik.”Teman-teman perempuanku juga berdecak kagum melihat penampilanku saat itu.“Kamu cantik ya Maria? Aku hanya bisa terdiam terpaku. “..Tomo? Senyuman misterius menghiasi wajahnya. Tubuh Tomo mengejang, dan cairan deras pun mengalir dari ‘liang’ku. Benar saja, aku melihat Tomo berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu.Dia membuka pintu dan melihat diriku mematung sambil menangis di sana. Aku pun menunggunya untuk pulang sambil bermain Play Station di kamarku. Senyuman misterius menghiasi wajahnya. Apa kau kenal dengan anak ini?”, tanyanya.“Tidak”, Tomo masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa.“Sempurna” katanya dingin.“Seperti boneka..”Aku yakin sekali dia bergumam [“..boneka yang aku idam-idamkan”]Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.Sehari setelah kunjungan itu, Tomo bersama temannya itu kembali mengunjungi yayasan, untuk mengadopsi diriku.“Halo..




















