saya senantiasa bersikap ramah pada ketiga mahasiswa tetanggaku, merekapun menghormatiku sebagai Bu Arsen, istri sahabat ngobrol mereka di teras.Akhir-akhir ini obrolan suamiku dengan tiga mahasiswa perihal pemilihan umum makin seru, anak-anak muda itu apdet berita dari internet perihal kedua capres. Kebetulan, suamiku, Arsen (35) adalah seorang fan berat sekaligus sukwan salah seorang capres yang berlaga.Di tiap obrolannya dengan bapak-bapak tetangga, suamiku senantiasa mati2an membela jagoannya dan membantah isu2 miring perihal capres idolanya. Bokep Mereka sering juga bercengkrama di teras rumah memperbincangkan gosip2 artis sampai politik.Kawasan tempat tinggal kami termasuk kawasan kampus, sesampai cukup dipadati kos-kosan mahasiswa mahasiswi. Arsen duduk di kursi dan menyalakan rokok sambil nonton teve dan quick count hasil pencoblosan dengan wajah sumringah sebab pilihannya sementara unggul.“Pih, Mamih mau bersenang-senang dahuluan sama mereka yang muda ini ya pih…” saya minta izin suamiku.“Silakan mih, bersenang-senanglah. Arsen tak berhasil merayu mereka memilih capres yang dibelanya, sebab menurut mereka capres Arsen masih banyak kekurangannya.Aku iseng menanggapinya, “Sogok aja




















