Nanti aku kasih balsem aja.”“Kalau perlu, minta aja bantuan sama tantemu. Bokep Tobrut Bagaimana kalau aku tunjukkan lagi ya barangku ke Tante sekali lagi? Kalau masuk ketuk dulu napa,” protesku sembari mengikat handukku betul-betul agar tidak lepas.“Hihi… maaf deh. Kini aku akan mengobati kakiku dengan harapan kalau kakiku ini tidak akan bertambah parah ke depannya. Dia pandai mijit kok, iya kan, Sayang?”Tanteku hanya tersenyum mendengar pujian dari pamanku. Kemudian, dilanjutkan dengan mata kuliah Hidrologi yang kusimak namun tidak dengan terlalu seksama. Aku mengelus kakiku itu dengan sedikit meringis.“Ya ampun, Lukas!” teriak seorang wanita yang langsung meletakkan vacuum cleaner-nya dan menghampiriku.Ia berjongkok dan memperhatikan kondisi diriku. Kemudian, dilanjutkan dengan mata kuliah Hidrologi yang kusimak namun tidak dengan terlalu seksama. Yang terpenting, sepertinya kakiku tidak dalam keadaan baik-baik saja. Ia pun akhirnya turut mengelus bagianku yang sakit itu.“Lukas, kamu gak hati-hati sih,” ujarnya dengan nada yang khawatir.Perlahan aku sudah mulai bisa menahan nyeriku.




















