Aku menahan diri untuk tidak melihat ke arah rambut-rambut di dadanya.“Mur, kamu nggak panas pakai blazer di ruang kaya gini?” Tanyanya dengan nada yang terkesan wajar, meski mungkin saja tujuannya nakal.“Well, sebenarnya iya sih…, boleh nggak aku copot blazernya?”“Hahaha, kok pakai minta izin segala sih? Yang dapat kurasakan hanya rasa nikmat dan kepuasan tiada tara, aku sempat melihat Albert melemparkan tubuhnya ke kursi kerja, lalu memejamkan matanya.Beberapa saat kemudian, aku tersadar. Bokep Arab Nama panggilanku Tiara. Karena waktu sudah sangat sempit, aku memutuskan untuk bekerja overtime sampai selesai.Gedung perkantoran tempatku bekerja tergolong pelit, mereka mematikan lampu dan listrik utama setelah lewat pukul enam sore. Dan aku?Well…, Ia memang luar biasa, tapi availability ialah segalanya, bukan? Aku tertegun juga ketika melihat kedua puting payudaraku terlihat kemerahan, berdenyut denyut dan mencuat tinggi sekali.Aku segera kembali terpejam ketika mulut rakusnya kembali menyerang kedua payudaraku.




















