Tapi Rono sepertinya sudah gelap mata dengan kasar dia menarik celana Ujang sehingga anak itu tinggal memakai kaos oblong lusuh miliknya, dan celananya dilempar oleh Rono.“Kamu diem aja ya jangan coba-coba bersuara apalagi teriak, sini”, si Rono dengan kasar menarik pundak Ujang sehingga posisi Ujang membelakangi Rono. Bokep Beberapa saat kemudian Rono melepaskan tubuh Ujang yang langsung jatuh tersungkur. Si Ujang sangat ketakutan terutama pada Rono preman pasar yang cukup ditakuti itu. “Mak tologin Ujang mak, sakit” Ujang meratap sendiri dan suaranya hampir tidak terdengar, pandangan mata Ujang mulai gelap. “Aku nggak punya duit nih, sini bayar ongkos numpang tidur dulu.”“wah kang tadi lagi sepi buat Ujang makan aja udah nggak ada?”
“Jangan banyak omong kamu, sini ikut aku dan jangan banyak omong ayo…”
Ujang dengan terpaksa mengikuti Rono dengan perasaan takut dan gemetaran.




















