Gadis itupun terpaksa menuruti perintah Imron. Ivana tertegun menyaksikan batang berurat yang menodong beberapa senti dari wajahnya itu. Bokep “Iya tuh, perawan tulen, gua aja keluarnya lebih cepet barusan, pokoknya legit banget !” Pak Kahar menimpali. Di tengah serbuan itu, Ivana menangis dan memohon agar mereka tidak berbuat lebih jauh. Tatapannya nanar dan menelanjanginya, membuat gadis itu menyilangkan tangan menutup dadanya dengan muka memerah malu. “Uuuhh…asyik, dapet barang bagus gini gratisan, untung banget hari ini !” komentar Pak Kahar sambil terus menggenjot Ivana.Di sebelahnya Pak Mamad kembali mengenyot payudara gadis itu sambil menggerayangi tubuhnya, pipinya sampai kempot saking bernafsunya. Besoknya Ivana agak kaget ketika Imron memanggilnya ketika bertemu di depan kelasnya, katanya ada suatu masalah penting yang tidak bisa dibicarakan di sini, untuk itu Imron mengajaknya bertemu lagi di poliklinik di gedung kedokteran sore jam empatan.




















