“Siapa Dia Ester?”, tanyaku. Bokep Boleh saya berkenalan dengan kamu?”, tanya saya. Ester menginjak rem secara mendadak, mesin mobil mati. Saat aku memandangnya, dia tanpa sengaja melihat pula ke arahku, kami beradu pandang, terasa ada sesuatu yang mengalir di dadaku, aku balas tersenyum padanya, dia tertunduk malu.Sekitar 1 jam mobil kawanku selesai servis, kami membayar biayanya, saat di kasir ternyata Ester sedang duduk di sana, kami berpandangan lagi dan sekali lagi kuberikan senyumku yang (menurutku) cukup manis. Iya saya ingat Pak. Setelah say hello dan basa-basi sebentar, kita sudah meluncur di jalan raya. Aku menarik kepalaku, “Siapa Franky?” tanyaku. “Karena kamu cantik, dan saya tertarik sama kamu sejak pertama memandang kamu tadi”, kataku (biar aja sekalian ngomong to the point and ngegombal sekalian). Ester mendesah, “Ooohh.., teeruus sayangg.., kamu hebaat sekalii.., aahh teeruuss Franky..”, desah Ester. Aku yang belum ejakulasi lalu meminta Ester untuk “nungging” (susah juga nih dalam mobil).




















