Keteganganku yang tadi sempat turun oleh “gangguan” orang lewat, kini naik lagi. Bokep lain kali saya mau..”, katanya lagi meyakinkanku. Rupanya Sari berpikiran sama. Hanya, kemungkinan ketemu kecil, sebab proyekku di kantor itu telah selesai. Kira-kira 100 m sebelum hotel GE, kembali aku membujuk Sari untuk mampir. Beberapa tahun lalu ketika perusahaan tempatku bekerja mendapatkan kontrak suatu proyek pada sebuah BUMN besar di Bandung, selama setahun aku ngantor di gedung megah kantor pusat BUMN itu. Kira-kira 100 m sebelum hotel GE, kembali aku membujuk Sari untuk mampir. Kepalanya naik turun di pangkuanku. CD-nya sempat terlihat ketika ia jongkok mengambil dagangan yang terletak di bagian bawah rak kaca etalase. “Mampir ke Sultan Plaza.., ya Mas..”. Sari mempercepat lagi, sampai bunyi. Selain keluar/masuknya angkot, juga ada pertigaan jalan Sersan Bajuri. Betul juga. Seorang sudah berkeluarga, satu lagi single, 22 tahun, lumayan cantik, putih dan mulus, mungil, sebut saja Sari namanya.Awalnya, aku tak ada niat “mengganggu” Sari, aku ke toko




















