Aku terlalu malu untuk memandang wajahnya.“Aku rasa, kamu sudah siap untuk permainan selanjutnya..”
Erik tertawa kecil, sedikit kemarahan masih tersisa pada dirinya. Bokep Teriakan kepuasan dari wanita itu pun membahana di seluruh ruangan. Hatiku terasa sakit dan ngilu. Erik terus berlanjut menciumku, aku bisa merasakan lidahnya memijat lidahku. Apa kau kenal dengan anak ini?”, tanyanya. Erik melanjutkan ciumannya ke leher dan menggigitnya sedikit, remasan tangannya di payudaraku makin kuat. Aku hanya bisa terdiam terpaku. Ayo, aku temani kamu sampai kamu tertidur. Dia memandangiku yang masih berlinang air mata. Sepuluh menit setelah itu, Erik terlihat kejang sesaat sambil mengerang tertahan. “Panas..badanku terasa panas..Erik..” pikirku dalam hati. Erik mulai tidak sabar, dan dia memasukkannya dengan kasar. Tak lama, Erik sudah habis melucuti pakaian wanita itu. “Karena dia adalah putra tunggal dari pemilik yayasan ini..”Tak kusangka, pertemuanku dengan Erik Torian bisa mengubah hidupku, seluruhnya.




















