Kukeluarkan urat Om Prass yang masih tegang dari sarangnya. Bokep masukin..” pintaku penuh gairah. Setelah rapi semua, kamipun masuk mobil, lalu melaju ke arah tempat kosku. Boss maupun teman-teman juga cukup friendly, penuh koorporatif sehingga membuat suasana kerja menjadi nyaman. rupanya, tadi Tantri ingin jadi juri juga ya?!”
“Wah.. lezatnya.. Om buka bajunya.. Bisik Om Prass ditelingaku ..Aku serasa terbuai.. Dia bimbing aku yang hanya memakai CD ke tempat peraduan yang sudah tersedia diruangan itu. Terima kasih ya, Om baik.. Khusus di situs 17Tahun.com, aku malah sering iseng kirim email ke penulisnya, yachh.. replyku. lalu Ia pun melepas pakaian satu persatu.. (Biasa.. lezatnya.. dan tawa kamipun berderai disaksikan furnishings di ruangan yang sejak tadi membisu menyaksikan ulah kami.“Om.. “Sebentar ya ..sayang!!”..Om masih ingin menikmati.. Dia hanya tersenyum, namun tiba-tiba dia mengangkat badan tapi tidak mencabut uratnya dan langsung..




















