Aku pamit Norma sebentar untuk menengok kemungkinannya. Dia tersenyum padaku yang langsung aku membalas dengan anggukan tanda hormatku. Bokep Kami tak lagi bisa konsentrasi makan. Biasa.. Ibu ini nampak jadi penasaran. “Mas sendiri, mana istrinya?”
“Aa.. Terkadang menyeruak menusuk gerbang vaginanya. Nampaknya pesta ini benar-benar mewah, maklum dia ini pejabat cukup tinggi dari salah satu departemen basah RI. Ehh.. Kupikir agresip banget nih ibu. Soalnya saya baru sadar…”
Sengaja aku nggak selesaikan kata-kataku. Ehh.. Dia tahu. Aku harus cari akal. Sementara tanganku sudah membuka kancing celanaku. Pandangan yang mengartikan kesepakatan untuk berbuat apa saja tanpa batas. Dia jilati bijih pelirku. Untuk menghindari perhatian orang, Norma sepakat aku akan keluar duluan. ku sejak tadi sudah menampilkan ketegangannya. Apakah dia termasuk perempuan yang ‘kecewa sama suami’? Sesudah antre untuk bersalaman dengan pengantin dan orang tuanya aku langsung tenggelam pada hidangan yang aku pandang ’super mewah’ ini.




















