Ya Tuhan, kenyal sekali, lembut sekali.. XNXX belum kak” kata Rahmi malu2.. aku sudah tidak tahan.. Sementara aku menggunakan training dan kaos oblong.“Dek Rahmi, ayo sini”, aku memanggil Rahmi menyuruhnya duduk di dekatku di kasur yang empuk. Ah, nikmatnya ya Tuhan. Namun aku lebih sibuk membangun bisnisku sendiri, karena memang minatku dalam bidang ini, dan tentu karena menghasilkan banyak uang. Namun tetap saja aku ga begitu kenal karena jarang nonton TV. Cairan cinta Rahmi keluar dengan derasnya.. Namun aku lebih sibuk membangun bisnisku sendiri, karena memang minatku dalam bidang ini, dan tentu karena menghasilkan banyak uang. Sampai suatu hari aku ditelepon oleh orang tuaku, mereka menanyakan kabarku dan basa basi lainnya. “Kak, Rahmi dah ga terlalu sakit”.. Rahmi malam itu menggunakan celana panjang hitam, kaos lengan panjang dan jilbab putih. Kata Rahmi dengan manja. ngobrol melulu, “Dek, gimana masih lemes?” “Emmhh.. hihi..” godaku.. Ayahku mengatakan namanya Rahmi Nurullina.




















