“Duduk sini, Aryo”, kataku sambil menarik tangannya. XNXX tapi mirip sapi!” kataku mencoba mengalihkan perhatiannya. Kamu nggak keburu ngerjakan PR kan?” tanyaku. Sepertinya karena aku makan sambel tadi sore, pikirku. Ia hanya berkata tidak apa-apa. “Ada apaan nih Ma? gimana kalo kita main sekali lagi Mas Den?”, tanya Aryo sambil tersenyum nakal. Tante mau nitip si Aryo ke kamu, soalnya Tante pergi dengan Oom, dan si Aryo nggak Tante ajak, kan dia harus sekolah.”Kemudian tiba-tiba Aryo nyelonong masuk kamar. Sejenak aku memberinya kesempatan untuk bernafas. Aku mencium bibirnya yang merah, sekali, ia diam saja.Ketika kucium bibirnya untuk kedua kalinya, Aryo membalas, kaku. “Soalnya saya juga mau”, kataku tanpa rasa dosa, lalu kami bertiga tertawa keras-keras. Aku bingung, “Oke deh, tapi kamu pinjam aja satu, nonton sendiri aja di rumah, jangan di kamarku”, kataku sambil menyusun rencana untuk minjem VCD porno yang biasa dari temanku.




















