Dengan memakai mantel hujan ia buka pagarku yang memang tak di kunci. “Nah..kan apa kata Papa” kata suamiku, “semua itu tergantung kitanya Ma. Bokep Aku antusias mendengarnya meski mulai dihinggapi rasa dingin yang menusuk tulang, padahal aku sudah memakai celana panjang kimonoku. Akupun keluar dari kamar anakku dan berjalan kearah kamarku. Bang Roji melihat aku yang kedinginan menyarankan aku untuk memakai selimut atau sweater. Pagi itu aku mencuci semua pakaian kotorku juga milik putriku.Tak lama memang aku pun menjemurnya.Aku lihat dikamar putriku, rupanya dia sudah bangun dan aku ajak dia untuk mandi pagi itu.Setelah memandikan putriku aku pun memasak makanan yang akan aku makan berdua dengan anakku.Pagi itu perutku terasa lapar ,karena malamnya memang habis bertarung birahi dengan Bang Roji.Aku sempat senyum sendiri membayangkan yang kami perbuat malam tadi. Bang Roji menghentikan pijatannya,dia merasa aku sudah tak sakit lagi.Aku di suruh untuk menggerakkan kakiku itu. Apalagi di kamar ini hanya ada aku dan dia juga putriku.




















