Aku bukan remaja frustasi yang melarikan diri ke dalam alkohol. Sebenarnya tidak ada apapun yang mengganggu pikiranku. XNXX Entah aku yang terlalu cerdik atau dia yang terlalu tolol. Malam itu begitu indah. Sampai ia tidak tahan dan memutuskan aku 2 tahun yang lalu. Rumah Felly?Belum habis keherananku, tiba-tiba ada ketukan di kaca jendelaku. Entah mengapa rasanya lain sekali tubuhnya malam itu. Ia selalu sengaja memakai baju-baju kerja yang menonjolkan keindahan tubuhnya. Bule-bule itu minum dan tertawa, ditemani wanita mereka yang tidak kalah menggelikannya. “Aku sekarang ada di Lobby bawah, gimana kalau kita makan siang?”
“Sorry Fell, kemaren ada trouble di server di Singapore,” Aku menghela napas, “Ok 10 menit lagi aku ada di Lobby bawah.”Senang? Ia tersenyum lalu berjongkok dan membuka ritsluiting celana panjangku. Gosh, these girls are so easy. Kususupkan tangan kananku ke balik kaus dalamnya, masuk ke dalam BH-nya. Hampir setengah botol kutenggak black label dari si Oghe.




















