Eki malu-malu melihat perutku.“Bu, udah berapa bulan ya?” tanyanya kemudian sambil meletakkan penanya.“Menurutmu berapa bulan? XNXX Aku buatin minum ya,” ajakku.Eki tampak masih agak malu dan takut untuk masuk rumah kami. Dia bahkan tak berani menatap wajahku.Entah kenapa aku merasa kangen sekali sama anak itu. Tapi kemudian aku dan beberapa ibu yang lain pindah ke halaman, karena lebih bebas dan bisa berdiri. Rasa bersalah itu membuatku merasa bertambah sayang pada anak kecil itu. Dia ramah pada setiap orang. Bahkan sesekali Eki kembali menginap di gazebo kami, karena kami merasa sepi juga tanpa kehadiran anak-anak. apa yang sudah kulakukan tadi malam? Sambil terbaring aku menyedot-nyedot kontol besar itu. kamu kuat juga ya. Anak-anak ternyata senang juga karena sudah lama tidak ada anak kecil di rumah. Jarang aku orgasme secepat itu. Aku bahagia dengan suami dan kedua anakku. Yang kulakukan hanya memeluk suamiku erat-erat. Sementara Eki dengan wajah merah padam menatap mukaku dengan panik. Oh, Tuhan. Dia bahkan tak




















