“Tapi…”, kataku. XNXX Semoga Chandra bisa segera berejakulasi sehingga aku tidak perlu menyepongnya.Sekitar lima belas menit, Chandra belum juga berejakulasi. Hidupku hancur, aku merasa diriku benar-benar ternoda, aku galau, aku bingung harus berbuat apa. “Aaaargggggghhhh….”, rintihku kesakitan. Aku jijik dengan diriku ini. Penisnya besar sehingga memenuhi semua rongga mulutku. Aku kembali mengistirahatkan badanku kembali membiarkan Candra melanjutkan genjotannya hingga beberapa menit, dan Candra pun berhasil berejakulasi dengan menyemprotkan spermanya dalam kantong kondom yang ia kenakan.“Hehehe, jangab kapok ya layani gue…”, kata Candra lalu menarik lepas penisnya dari vaginaku. Chandra pun segera duduk di ranjang, sedangkan aku berlutut di depannnya. Aku menghiraukannya, aku berjalan ke arah pintu sambil berkata, “Kalau ga ada urusan, aku pergi…”. Tubuh ku lelah terus-terusan digenjot Candra yang sedari tadi belum berejakulasi. Aku segera balik ke kamar dan mandi. “Hehehe, lu mau bayar berapa duit?




















