Aku sempat melirik batang kontol Parjo yang begitu basah dan licin mengkilat karena hasil orgasmeku tadi. Bokep Aku tak mampu melawan Parjo yang sudah mulai bernafsu lagi. Perlahan-lahan Parjo mengangkat tubuhku dari pangkuannya. Ternyata office boy yang menjadi incaranku saat itu sedang membersihkan ruang meeting yang besok pagi akan digunakan untuk rapat evaluasi bulanan. Ruangan itu cukup luas dan dilengkapi dengan sofa yang empuk. Suara Dewi sedikit melegakanku, karena kekhawatiranku kalau mereka akan nyelonong ke ruanganku tidak terjadi. Pantatku yang tadinya maju-mundur kini bergerak memutar seolah hendak memeras. Tangan Parjo yang mendekapku mulai bergerak nakal. Perutku kembali mengejang pertanda akan mencapai klimaksku lagi. Arghh..” aku mengerang panjang. Kedua tanganku bertumpu di atas toilet yang tadi kududuki. Tubuh bagian bawah kami yang saling menempel menggeliat secara bersamaan. Aku terus bergerak menuntaskan orgasmeku lalu ambruk di sofa. Kontolnya yang licin karena lendir orgasmeku kembali ditusukkannya ke lubang vaginaku.




















