Semprotan terakhir membuatku lemas dan terjatuh menindih tubuhnya.Beberapa lama kami berdua berdiam dengan penisku masih tertancap pada lubang miliknya. Bokep Lidahku semakin intensif menjilati liang kemaluan Shintia. Hebat juga, ternyata dia sangat pandai berciuman dengan lidah. dan kabar terakhir yang aku dengar Shintia sempat hamil….tapi tidak diketahui siapa yang menghamilinya. Cepat-cepat aku bergegas kekamar mandi yang kebetulan berada didalam kamarku. Dia membuka celana dalamnya terlebih dahulu, sehingga aku dapat melihat vaginanya yang mempunyai bulu2 halus dan jarang….sangat indah dipandang dengan belahan yang berwarna merah muda dihiasi oleh lendir2 yang meleleh dari dalam vaginanya yang diakibatkan oleh rangsanganku tadi.Kemudian dia membuka bra-nya, sehingga kedua payudaranya yang kecil tetapi membulat kencang dengan puting susunya yang kemerahan terbuka polos, tegak menantang untuk dilumat. Pelan-pelan dong..!” katanya sambil mendesis kesakitan tapi nikmat.Aku melepaskan tanganku dan jariku masuk ke liang vaginanya.




















