Selesai perayaan, di saat aku mengambil minum dia pun mendekati aku.“Hi, anak baru yah? XNXX Dia berbisik,
“Na, minta sun donk,”
suatu permintaan yang tidak menbutuhkan jawaban tetapi tindakan. Sambil menuang susu di gelas aku menyalakan radio. Kami tidak berhenti mengobrol tentang segalanya. Dia hanya mengenakan celana pendek dan kaos menyambutku dengan celotehannya yang ramai. Kami saling membutuhkan dan saling melengkapi. Aku merasa bahwa ini adalah jalan yang memang disediakan supaya aku membiarkan kehidupan mama mengalir dengan tenang. Kami saling membutuhkan dan saling melengkapi. Dia menggesekkan kepalanya di dadaku, sambil mendesah manja. Kami pun segera berdekap erat, saling meraba, dan saling membuka baju. Dia hilang entah kemana, hingga waktu perayaan akan dimulai tidak kutemukan dia lagi. Tiba-tiba bel rumahku berdering. Dia menjulurkan tangannya lagi sambil mengucapkan selamat tahun baru dan tangan sebelahnya membawa sebuah kotak makanan.

















